Kamis, 19 September 2013

BUKAN SEKEDAR JANJI (KAMPANYE)



BUKAN SEKEDAR JANJI (KAMPANYE)
Oleh: Furkam Satriawan
Pesta demokrasi Kota Makassar baru-baru ini membuat banyak pihak tercengang. Pasalnya hasil yang ditunjukkan oleh perhitungan cepat beberapa lembaga menempatkan satu pasang calon mendapatkan suara yang banyak jauh dari semua rivalnya. Seluruh lembaga survey memprediksi akan ada putaran kedua, namun satu pasangan calon membuat semua rivalnya bertekuk lutut atas hasil perolehan suaranya dan menepis tidak akan ada putaran kedua.
            Pemilukada yang diikuti 10 pasangan calon ini memang menjadi bahan perbincangan hangat dalam sepekan ini. Masyarakat tertarik mempelajari apa sebenarnya yang membuat satu pasang calon menang telak dalam pertempuran demokrasi itu dan rahasia apa dibalik kesuksesan pasangan  itu dalam memikat suara rakyat. Banyak yang beranggapan bahwa sosialisasi yang tinggi dan berkampanye bersih ialah faktor utama dalam kemenangannya. juga pendekatan program yang dibangun oleh pasangan tersebut secara langsung telah membuat kepercayaan publik semakin meningkat.
            Calon pemimpin periode 2013-2018 harus betul mengetahui masalah kompleks di Kota Makassar seperti macet, banjir dan kemiskinan. Ini nantinya sebagai pembuktian bahwa pemimpin yang baik yang bukan hanya sekedar mengiming-imingkan janji tapi membuktikannya saat menjabat nanti. Dengan visi dan misi yang sama yaitu menjadikan Kota Makassar lebih baik lagi, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, keamanan maupun yang lainnya. beberapa indikator diatas menjadi alasan keberhasilan pasangan tersebut.
            Dengan berakhirnya arena pertarungan politik ini, maka dari itu kita tinggal menunggu aksi dari pasangan yang terpilih. Semoga apa yang dijanjikan dalam kampanye dapat terealisasikan. Ini juga menandakan bahwa politik di Kota Makassar jauh dari kerusuhan dan menjunjung tinggi fair play dalam bertarung.

Jumat, 11 Januari 2013

PEMILUKADA YANG SEHAT DAN BERSIH



PEMILUKADA YANG SEHAT DAN BERSIH
Oleh: Furkam Satriawan
(Jurusan Sastra Inggris UNM)
               
Pesta demokrasi pemilihan pemimpin Sulawesi Selatan kurang lebih satu minggu lagi akan dilaksanakan.  Inilah momentum yang dinantikan masyarakat untuk memilih langsung pemimpin mereka untuk memimpin 5 tahun kedepan. Memilih pemimpin yang terbaik yang bukan hanya sekedar mengiming-imingkan janji tapi membuktikannya kelak saat menjabat nanti. Dengan visi dan misi yang sama yaitu menjadikan Sulawesi Selatan lebih baik lagi, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, keamanan maupun yang lainnya. Masyarakat harus memilih dari hati nurani mereka bukan karena adanya unsur rayuan, bujukan bahkan paksaan, tapi memandang dari kacamata kuda yang lurus dan terarah. Yangmana betul-betul kelak menjadi pemimpin sejati.
                Pemilukada yang diikuti 3 pasangan calon ini memang menjadi perbincangan hangat saat ini. Dengan adanya pesta demokrasi nantinya, kita berharap semoga tidak terjadi perselisihan antar masyarakat. Jangan sampai karna berbeda pendapat atau pilihan masyarakat dengan mudah terprovokasi, sehingga dengan gampangnya terjadi konfilk-konflik internal dalam masyarakat. Adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang perlu kita wapadai. Masyarakat harus lebih dewasa dalam hal ini, sebab kita tahu mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.         
                Dalam arena politik besar ini, kandidat harus bersaing  dengan berpolitik yang bersih dan sehat agar terciptanya suasana yang aman dalam masyarakat. Baik pasangan kandidat baru ataupun kandidat incumbent. Tentu harus didasari dengan menjunjung tinggi keadilan, kejujuran dan profesionalisme. Tentunya masyarakat, pihak-pihak pelaksana pemilihan dan pihak-pihak berwajib harus turut andil bekerja sama untuk menciptakan suasana aman dalam pesta demokrasi nantinya. Hal tersebut akan berdampak positif kelak bagi masyarakat dan pasangan yang terpilih karena dipondasikan oleh politik yang bersih. Tentu itulah harapan masyarakat atas terjalinnya pesta demokrasi yang aman dan damai.
Sekarang tinggal masyarakat Sulawesi Selatan yang menentukan siapa yang paling layak menjadi Gubernur di periode mendatang. Apakah  pasangan incumbent masih mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Sulawesi Selatan atau tidak, kita tunggu di pesta demokrasi Sulawesi Selatan dalam dekat ini