Rabu, 30 April 2014
Kamis, 19 September 2013
BUKAN SEKEDAR JANJI (KAMPANYE)
BUKAN SEKEDAR JANJI (KAMPANYE)
Oleh: Furkam Satriawan
Pesta
demokrasi Kota Makassar baru-baru ini membuat banyak pihak tercengang. Pasalnya
hasil yang ditunjukkan oleh perhitungan cepat beberapa lembaga menempatkan satu
pasang calon mendapatkan suara yang banyak jauh dari semua rivalnya. Seluruh
lembaga survey memprediksi akan ada putaran kedua, namun satu pasangan calon
membuat semua rivalnya bertekuk lutut atas hasil perolehan suaranya dan menepis
tidak akan ada putaran kedua.
Pemilukada yang diikuti 10 pasangan calon ini memang
menjadi bahan perbincangan hangat dalam sepekan ini. Masyarakat tertarik
mempelajari apa sebenarnya yang membuat satu pasang calon menang telak dalam pertempuran demokrasi itu dan rahasia
apa dibalik kesuksesan pasangan itu
dalam memikat suara rakyat. Banyak yang beranggapan bahwa sosialisasi yang
tinggi dan berkampanye bersih ialah faktor utama dalam kemenangannya. juga pendekatan program yang dibangun oleh pasangan tersebut secara
langsung telah membuat kepercayaan publik semakin meningkat.
Calon pemimpin periode 2013-2018 harus betul mengetahui masalah
kompleks di Kota Makassar seperti macet, banjir dan kemiskinan. Ini nantinya
sebagai pembuktian bahwa pemimpin yang baik yang bukan hanya sekedar
mengiming-imingkan janji tapi membuktikannya saat menjabat nanti. Dengan visi
dan misi yang sama yaitu menjadikan Kota Makassar lebih baik lagi, baik dalam
segi ekonomi, pendidikan, keamanan maupun yang lainnya. beberapa indikator diatas
menjadi alasan keberhasilan pasangan tersebut.
Dengan berakhirnya arena pertarungan politik ini, maka
dari itu kita tinggal menunggu aksi dari pasangan yang terpilih. Semoga apa
yang dijanjikan dalam kampanye dapat terealisasikan. Ini juga menandakan bahwa
politik di Kota Makassar jauh dari kerusuhan dan menjunjung tinggi fair play dalam bertarung.
Jumat, 11 Januari 2013
PEMILUKADA YANG SEHAT DAN BERSIH
PEMILUKADA YANG SEHAT
DAN BERSIH
Oleh: Furkam Satriawan
(Jurusan Sastra Inggris
UNM)
Pesta
demokrasi pemilihan pemimpin Sulawesi Selatan kurang lebih satu minggu lagi
akan dilaksanakan. Inilah momentum yang
dinantikan masyarakat untuk memilih langsung pemimpin mereka untuk memimpin 5
tahun kedepan. Memilih pemimpin yang terbaik yang bukan hanya sekedar
mengiming-imingkan janji tapi membuktikannya kelak saat menjabat nanti. Dengan
visi dan misi yang sama yaitu menjadikan Sulawesi Selatan lebih baik lagi, baik
dalam segi ekonomi, pendidikan, keamanan maupun yang lainnya. Masyarakat harus
memilih dari hati nurani mereka bukan karena adanya unsur rayuan, bujukan
bahkan paksaan, tapi memandang dari kacamata kuda yang lurus dan terarah.
Yangmana betul-betul kelak menjadi pemimpin sejati.
Pemilukada yang diikuti 3
pasangan calon ini memang menjadi perbincangan hangat saat ini. Dengan
adanya pesta demokrasi nantinya, kita berharap semoga tidak terjadi
perselisihan antar masyarakat. Jangan sampai karna berbeda pendapat atau
pilihan masyarakat dengan mudah terprovokasi, sehingga dengan gampangnya terjadi
konfilk-konflik internal dalam masyarakat. Adalah pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab yang perlu kita wapadai. Masyarakat harus lebih dewasa dalam
hal ini, sebab kita tahu mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.
Dalam arena politik besar ini,
kandidat harus bersaing dengan
berpolitik yang bersih dan sehat agar terciptanya suasana yang aman dalam
masyarakat. Baik pasangan kandidat baru ataupun kandidat incumbent. Tentu harus
didasari dengan menjunjung tinggi keadilan, kejujuran dan profesionalisme.
Tentunya masyarakat, pihak-pihak pelaksana pemilihan dan pihak-pihak berwajib
harus turut andil bekerja sama untuk menciptakan suasana aman dalam pesta
demokrasi nantinya. Hal tersebut akan berdampak positif kelak bagi masyarakat
dan pasangan yang terpilih karena dipondasikan oleh politik yang bersih. Tentu
itulah harapan masyarakat atas terjalinnya pesta demokrasi yang aman dan damai.
Sekarang
tinggal masyarakat Sulawesi Selatan yang menentukan siapa yang paling layak
menjadi Gubernur di periode mendatang. Apakah
pasangan incumbent masih mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin
Sulawesi Selatan atau tidak, kita tunggu di pesta demokrasi Sulawesi Selatan
dalam dekat ini
Senin, 23 Juli 2012
Resiko jadi Incumbent
Resiko
jadi Incumbent
Oleh: Furkam Satriawan
(Jurusan Sastra Inggris
UNM)
Pesta demokrasi Kota Jakarta baru-baru ini membuat banyak
pihak tercengang. Pasalnya hasil yang ditunjukkan oleh perhitungan cepat
beberapa lembaga menempatkan pasangan Incumbent Foke-Nara diurutan kedua, beda
10% dari rivalnya Jokowi-Ahok yang yang mendapat suara sekitar 43% suara.
Padahal sebelumnya, seluruh lembaga survei memprediksikan pasangan Foke-Nara
akan menang mudah, bahkan mampu mendulang suara lebih 50% sehingga Pemilukada
Jakartai hanya 1 putaran saja.
Pemilukada
yang diikuti 6 pasangan calon ini memang menjadi perbincangan hangat sepekan
ini. Masyarakat tertarik mempelajari apa sebenarnya yang menyebabkan kekalahan
telak pasangan Incumbent Fauzi Bowo dan rahasia apa dibalik kesuksesan Walikota
Solo sehingga mampu mendapatkan suara terbanyak pada Pemilukada Jakarta Putaran
I ini. Banyak yang beranggapan bahwa ketidakpuasan penduduk Jakarta lah faktor
utama kekalahan Fauzi Bowo.
Masalah
kompleks di Ibu kota seperti Macet, Banjir, dan Kemiskinan boleh jadi adalah
beberapa indikator ketidak berhasilan Fauzi Bowo dalam memimpin Jakarta. Lebih
60% warga miskin kota Jakarta mungkin merasa pemerintahan Fauzi Bowo kurang
berhasil membawa perubahan bagi kehidupan mereka. Sedangkan Pak Jokowi tiba-tiba hadir dengan
gaya yang sederhana dan merakyat menghipnotis warga Jakarta untuk memberikan
hak suara mereka ke Wali Kota Solo ini. Gaya kampanya yang unik serta
menawarkan solusi yang jelas seperti
kartu sehat untuk berobat gratis mungkin beberapa kiat sukses sehingga mampu
memenangkan putana pertama pemilukada Jakarta ini.
Inilah
susahnya jadi Incumbent . Untuk bisa memimpin di periode kedua,
program-program selama pemerintahan periode pertama harus memuaskan banyak
kalangan, baik itu kalangan, atas, menengah, dan terpenting adalah kalangan bawah yang mayoritas. Sedikit
saja kesalahan yang dilakukan di periode pertama, maka itu akan menjadi
boomerang di pemilihan periode kedua. Bahkan, kesalahan dan kekurangan selama
periode kedua akan menjadi senjata ampuh bagi lawan politik si Incumbent.
Merefleksi
hasil perhitungan cepat Pemilukada Jakarta, mungkinkah skenario yang sama akan
terjadi pada pemilukada Sulawesi Selatan awal tahun depan? Dimana bisa jadi
pasangan incumbent Syahrul Yasin
Limpo akan bertekut lutut terhadap lawan politiknya. Atau mungkin sebaliknya,
pasangan SAYANG episode II justru mementahkan pernyataan Hidayat Nurwahid yang
menyatakan bahwa saatnya Incumbent
untuk kalah. Yang jelas kerja keras telah ditunjukkan pasangan Incumbent Sulawesi-selatan pada 5 tahun
terakhir ini. Sekarang tinggal masyarakat Sulawesi Selatan yang menentukan
siapa yang paling layak menjadi Gubernur di periode mendatang. Apakah pasangan incumbent
masih mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Sulawesi Selatan atau
tidak, kita tunggu di pesta demokrasi Sulawesi Selatan tahun depan.
KIAMAT 2012, Siapkah Anda?
KIAMAT 2012, Siapkah
Anda?
FURKAM SATRIAWAN
Jurusan Sastra Inggris UNM
Marilah kita menjadi manusia yang sadar diri. Mungkin film 2012 merupakan fiksi belaka dan musyrik jika kita percaya akan kebenarannya. Tapi kita dapat banyak mengambil pelajaran dari film ini
Cerita film 2012, sontak menjadi bahan perbincangan. Siapa yang tidak takut dengan kiamat? Kiamat sama dengan mati. Rupanya berbicara soal mati, banyak orang yang ciut.
Sejak diputarnya film 2012 yang disutradarai Rolan Emmerich mengundang berbagai reaksi. Ada ulama yang melarang menonton film ini. Tetapi ada pula yang tidak melarang.
Kontroversi itu menimbulkan rasa penasaran banyak orang untuk menonton film itu. Mereka berbondong-bondong ke bioskop, antre berjam-jam untuk mendapatkan tiket. Bahkan ada yang membeli tiket sehari sebelumnya, hanya untuk mengobati penasarannya tentang film ini.
2012 bercerita tentang ramalan suku Maya tentang hari akhir bumi. Diramalkan pada kelender Maya, planet ini akan berakhir pada 21 Desember 2012. Tidak ada lagi kelanjutan dari tanggal tersebut. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi? Mungkin inilah sebabnya, Hollywood mengangkatnya ke layar lebar.
Sebenarnya, cukup masuk di akal tentang hal ini, mengingat umur bumi yang cukup tua. Aktivitas manusia yang kontras dengan lingkungan, dan banyaknya fenomena alam yang terjadi, yang bisa menjadi faktor serta tanda-tanda awal akan terjadinya hari akhir itu.
Tapi apakah itu memang adalah hari akhir yang sebenarnya? Atau hanya sekadar bencana besar yang sering kita dengar di televisi seperti tsunami, banjir bandang, badai tornado, dan lainnya.
Tahun 2012 tinggal tiga tahun lagi. Tiga tahun bukan waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi hari itu. Sebagai umat beragama, tentunya kita meyakini adanya alam kekal setelah hari akhir.
Dan di hari kekal nanti pasti ada hari penimbangan amal. Yang mana amalan baik dan buruk akan ditimbang, dan jika amalan buruk kita lebih banyak, maka tentunya siksaan neraka yang akan menanti kita, dan pasti akan lebih parah dibandingkan hari kiamat.
Kiamat merupakan kejadian yang sangat dahsyat, seperti yang digambarkan dalam Al Quran maupun kitab-kitab agama lainnya. Mungkin, bagi korban tsunami Aceh beberapa tahun silam, mereka menyangka bahwa saat itulah kiamat terjadi, karena begitu ganasnya air bah yang tiba-tiba menghantam kota itu.
Begitupun saat gempa di Padang. Tanah longsor yang mengubur beberapa dusun di sana, serta bangunan buatan tangan manusia yang harus mengubur massal bapak, ibu, anak, istri mereka. Namun, satu hal yang harus kita pegang dan yakini, bahwa kiamat itu pasti terjadi dan hanya Allah SWT yang tahu kapan akan terjadi.
Dengan penggambaran hari kiamat pada tahun 2012, itu menunjukkan bahwa semakin miskinnya manusia terhadap keimanannya terhadap sang Pencipta. Namun sebagai makhluk yang memiliki rasa ingin tahu, tentu kita perlu menelaah lebih lanjut tentang isu ini. Namun kita juga tidak bisa terlalu berlebihan, karena sering kali bertolak belakang dengan logika.
Dongeng Belaka
Berbicara masalah logika, mungkin kita perlu mengetahui tanggapan NASA (Lembaga Antariksa Amerika Serikat) tentang film 2012 ini. Dalam situsnya, NASA mengatakan bahwa film 2012 yang mengisahkan kehancuran dunia akibat kedatangan planet Nabiru ini hanyalah sekadar dongeng belaka.
Betapa tidak, planet Nabiru yang disebut ditemukan oleh bangsa Sumeria ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012.
Dongengan Nabiru ini kemudian digabungkan dengan cerita bahwa kelender suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. menurut NASA, kelender Maya memang sangat panjang, dan berakhir pada 2012.
Tapi kelender itu tidak berbeda dengan kelender masehi, yang berakhir pada 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya, kelender Maya yang berakhir pada akhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.
Dalam teori kiamat itu, disebut juga bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Dengan pusat galaksi Bima sakti, tapi itu kejadian tahunan dan tidak ada dampaknya apa pun.
Manusia memang cuma bisa memperkirakan apa yang akan terjadi tetapi tidak bisa mengetahui hal sebenarnya yang akan terjadi nanti. Toh itu terjadi betul, maka itu bukan kehendak manusia melainkan kehendak yang Kuasa.
Sebagai manusia beragama, kita harus siap kapan pun hari akhir itu akan terjadi, bisa saja suku Maya meramalkan akhir 2012 adalah akhir dari kehidupan di bumi, tapi bisa saja lewat dari tahun itu, bahkan ribuan maupun jutaan tahun yang akan datang baru terjadi kiamat. Dan pastinya jika itu terjadi maka kita tidak akan merasakan hari kiamat karena keburu mati duluan.
Tapi boleh saja NASA berpendapat bahwa kiamat tidak akan terjadi secepat ramalan Suku Maya, yaitu pada akhir 2012, tapi bisa saja kiamat akan terjadi besok, lusa, bahkan hari ini pun bisa terjadi jika itu atas IzinNya.
Pokoknya kita sebagai manusia, kita cuma harus memakai sikap kehati-hatian kita dalam bertingkah laku, bertata krama dan beribadah sesuai dengan tuntutan agama kita. Dengan hal ini, jangankan menunggu kiamat, ajal menjemput sekarang pun kita telah siap.
Bila kita mau jujur, kita pasti telah banyak melakukan sesuatu yang melampaui batas-batas hukum Tuhan. Kita terlalu banyak melanggar apa yang di larang Tuhan,bahkan kita sering menyombongkan diri di hadapanNya.
Percaya Kiamat
Dalam suatu artikel menyebutkan bahwa ada seorang ahli astronomi. Saat dia diwawancarai di sebuah televisi, ia mengatakan bahwa apabila kejadian pada tahun 2012 nanti adalah banyaknya meteor yang jatuh ke bumi, itu bisa di tangani dengan kemampuan tekhnologi manusia. Dengan bangga dia mengatakan bahwa tinggal kita tembak saja meteor itu dengan nuklir, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Benarkah tekhnologi manusia begitu hebatnya? Mngapa tekhnologi tidak bisa mendeteksi kapan terjadinya suatu gempa, sehingga tidak perlu lagi ada korban yang berjatuhan akibat dari pergeseran lempeng bumi tersebut. Ataukah tekhnologi yang bisa menghentikan tsunami aceh dan bencana lainnya?
Sehebat apapun tekhnologi itu, bagaimana pun orang meramalkan tentang sesuatu hal, kita kembalikan saja kepada tuhan, Tuhanlah yang maha segalanya.
Intinya, jika kiamat itu adalah suatu rangkaian kehidupan yang akan terjadi, apakah itu kita akan lalui atau tidak, atau anak cucu kita kelak mungkin, yang pastinya itu akan terjadi. Persiapan adalah kunci utama dari segalanya. Tanpa persiapan yang matang tentunya segala sesuatu tidak akan berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
Persiapan itu pun harus dipacking sejak awal, sehingga menghasilkan bekal yang sempurna. Jangan sampai kita menjadi manusia yang tiba masa, tiba akal. Tiba bencana baru sadar mau bertobat.
Marilah kita menjadi manusia yang sadar diri. Mungkin film 2012 merupakan fiksi belaka dan musyrik jika kita percaya akan kebenarannya. Tapi kita dapat banyak mengambil pelajaran dari film ini. Mungkin karena dengan film ini rasa takut kita akan hari akhir bisa bertambah, dan otomatis kita pun makin mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
2012, mau tidak mau telah menjadi rumor di masyarakat akan bencana yang akan terjadi pada tahun itu. Angka itu seakan telah menjadi angka sial yang banyak orang takut melalui gerbang angka itu.
Tapi kita kembalikan lagi ke masing-masing individu, mungkin banyak yang tidak percaya akan kiamat pada 2012, tapi tidak tertutup kemungkinan banyak juga masyarakat yang meyakini hal itu. Tapi saya berada pada golongan yang menyangsikan hal tersebut. Perlu kita ingat, percaya akan hari akhir adalah salah satu rukun Iman dalam Islam, dan semua umat Muslim wajib mempercayai itu. Tapi jika kepastian hari kiamat itu berasal dari seorang peramal, maka kita haram untuk mempercayainya. Karena dalam agama Islam pada khususnya, perbuatan itu adalah musyrik dan kita telah ketahui bersama bahwa musyrik adalah dosa yang tidak akan terampuni.
Tanamkan di hati kita, bahwa siap tidak siap harus siap. Karena kesiapan adalah keikhlasan yang muncul dalam diri kita dalam menghadapi hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.***
DEMOKRASI PANCASILA GAGALKAN LADY GAGA
DEMOKRASI PANCASILA
GAGALKAN LADY GAGA
Oleh:
Furkam Satriawan
(Mahasiswa
UNM Jurusan Sastra Inggris)
Lady Gaga yang notabene berniat
memberikan hiburan pada fansnya justru menjadi permasalahan yang rumit dan buah
bibir dalam beberapa minggu ini. Sosoknya yang kontroversial sering menjadi
perbincangan dan perdebatan masyarakat dunia, seperti kelompok Katolik di Korea
Selatan dan Filipina termasuk Indonesia juga. Rencana kunjungan Stefani Joanne
Angelina Germanotta atau Lady Gaga ke Indonesia mendapat penolakan keras dari
berbagai kalangan. Penolakan ini wajar saja mengingat dalam setiap
penampilannya, Lady Gaga selalu menampilkan yang sarat pornografi bahkan
terkesan aneh menurut pandangan adat ketimuran. Seperti, Lady Gaga sering
disebut-sebut sebagai pemuja setan itu biasa tersirat dari lirik lagu yang
dibawakannya. Bahkan, lady Gaga pernah diberitakan mandi darah sebelum tampil
dalam konsernya. Inilah yang kemudian menjadi alasan resistensi ormas,
diantaranya Front Pembela Islam (FPI) untuk menjegal langkah sang Mother
Monster untuk menggelar konser di Jakarta.
Pembatalan
konser Lady Gaga membuahkan kekecewaan penggemar.
Kekecewaanpun kini dirasakan para Little Monster sebutan para fans Lady Gaga. Konser yang langka tersebut akhirnya dibatalkan. Manajer Lady Gaga, Troy Carter mengatakan pihaknya membatalkan rencana konser di Jakarta tanggal 3 Juni daripada harus tunduk pada tekanan untuk melakukan sensor seperti yang diminta oleh sejumlah kelompok agama. Disinilah kita bisa menilai bahwa pihak-pihak Lady Gaga membatalkan hanya karna tidak ingin menuruti kultur bahkan UU yang ada di Indonesia. Tentunya promotor konser Lady Gaga, Big Daddy Live Concert berjanji untuk mengembalikan uang tiket seratus persen sesuai dengan harga tiket. Dengan demikian, konser Lady Gaga yang sudah jelas tidak sesuai dengan kultur budaya Indonesia, sudah sepantasnya ditolak. Bangsa Indonesia seharusnya hanya menerima hiburan yang bisa membuat bangsa ini lebih cerdas dan bermoral. Jadi keputusan tidak memberi izin konser Lady Gaga merupakan keputusan yang sudah sesuai dengan konstitusi negara ini.
Kekecewaanpun kini dirasakan para Little Monster sebutan para fans Lady Gaga. Konser yang langka tersebut akhirnya dibatalkan. Manajer Lady Gaga, Troy Carter mengatakan pihaknya membatalkan rencana konser di Jakarta tanggal 3 Juni daripada harus tunduk pada tekanan untuk melakukan sensor seperti yang diminta oleh sejumlah kelompok agama. Disinilah kita bisa menilai bahwa pihak-pihak Lady Gaga membatalkan hanya karna tidak ingin menuruti kultur bahkan UU yang ada di Indonesia. Tentunya promotor konser Lady Gaga, Big Daddy Live Concert berjanji untuk mengembalikan uang tiket seratus persen sesuai dengan harga tiket. Dengan demikian, konser Lady Gaga yang sudah jelas tidak sesuai dengan kultur budaya Indonesia, sudah sepantasnya ditolak. Bangsa Indonesia seharusnya hanya menerima hiburan yang bisa membuat bangsa ini lebih cerdas dan bermoral. Jadi keputusan tidak memberi izin konser Lady Gaga merupakan keputusan yang sudah sesuai dengan konstitusi negara ini.
Bukankah Indonesia adalah negara demokratis
yang menjunjung nilai kebebasan, termasuk kebebasan berekspresi? Bagaimanapun,
kita harus sadar bahwa kebebasan berpendapat dalam demokrasi bukan semata-mata
kebebasan sekelompok pihak untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya. Harus
diingat kembali bahwa negara Indonesia berprinsip erat dengan demokrasi
Pancasila. Memang saat ini, banyak yang salah kaprah memaknai demokrasi yang
dijalankan di Indonesia. Tentu demokrasi Indonesia berbeda dengan demokrasi
negara-negara lain. Dalam konteks ini, demokrasi pancasila lebih mempunyai
nilai-nilai luhur jika dibanding dengan demokrasi yang diterapkan di negara
lain. Satu kubu meyakini, memperbolehkan aksi pertunjukan tersebut merupakan
suatu bentuk representasi dari nilai kebebasan berekspresi, atau mungkin
sebagai wujud kekhawatiran akan pandangan sebagai bangsa yang “konservatif”
oleh masyarakat dunia. Sementara di kubu yang berbeda, ada keinginan untuk
mempertahankan budaya ketimuran dengan terus menyaring arus budaya luar yang
dianggap secara kumulatif memiliki dampak negatif terhadap karakter dan moral
anak bangsa.
Masyarakat Indonesia adalah tipikal
masyarakat kolektif. Penerimaan yang secara kolektif dan terus menerus
diberikan, pada nantinya dapat menjadi suatu karakter yang melekat pada diri
masyarakat yang tidak sesuai dengan kultur di Indonesia. Inilah sebagian
dari pemikiran kebebasan barat yang sudah masuk dalam kerangka berfikir
anak-anak muda. Seperti
melakukan tindakan pornoaksi & pornografi ataupun hal-hal yang negatif yang
disebabkan karna meniru si Mother Monster.
Berbeda dengan budaya barat yang menampilkan erotisme dan hedonisme, yaitu satu
bentuk pola perilaku yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kesopanan dan
rasa malu namun secara indah dibalut oleh “seni” dan modernitas. Masyarakat timur memiliki arkhetipe yang
pada umumnya mementingkan nilai-nilai kesopanan dan rasa malu dengan kriteria
yang secara tidak sadar telah kita pahami bersama melalui interaksi dengan
lingkungan sejak kecil.
Maka dari itu pemerintah dan
pihak-pihak lainnya yang bersikeras menolak konser Lady Gaga sudah sangat tepat
serta pantas. Di sisi lain, Indonesia mempunyai UU tentang pornografi
dan pornoaksi. Toh tidak ada
manfaat yang berarti atas konser tersebut malah sebaliknya akan berdampak
buruk. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang mempunyai jati diri dan
kredibilitas, maka sudah selayaknya untuk tidak begitu saja memerima kebudayaan
luar. Indonesia harus menyaring budaya yang masuk. Jangan sampai budaya
luar meracuni jati diri bangsa Ini. Sudah cukup banyak budaya luar mempengaruhi
kehidupan bangsa kita. Maka, katakan “TIDAK” untuk budaya yang tidak sesuai
dengan identitas bangsa. baik
itu berupa hiburan maupun yang lainnya. Karena dengan begitu, Indonesia akan
diakui di mata internasional sebagai negara yang berkarakter kuat.
Selasa, 14 Februari 2012
PARTAI ANTI KORUPSI SARANG KORUPTOR
FURKAM SATRIAWAN
Sejak berdiri tanggal 9 september 2001, partai Demokrat mendapat
respon positif dari masyarakat Indonesia. Dengan menjual figure Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY), partai ini berhasil merebut hati masyarakat
Indonesia dengan menghantarkan SBY sebagai Presiden pertama yang
terpilih dalam pemilihan langsung tahun 2004. Dengan menggandeng Jusuf
Kalla (JK), pemerintahan SBY-JK konsisten memberantas korupsi di
republik ini. Tidak tanggung-tanggung, di era pemerintahan SBY-JK
berdiri sebuah lembaga anti korupsi bernama Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK).
Keberadaan KPK ini sontak membuat para koruptor sulit bernafas legah.
Pasalnya, semenjak disahkannya lembaga ini oleh Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) pada tanggal 19 Desember 2003, banyak kasus korupsi kelas kakap
yang terkuak ke permukaan. Sebagai program kerja 100 hari SBY, KPK
menjadi program andalan SBY dalam mengawal detik-detik pertama
pemerintahannya.
Konsistensi SBY dalam mengawal pemerintahan yang bersih ternyata
menjadi boomerang bagi partainya sendiri. Identik dengan partai
anti-korupsi, partai yang berlambang 3 bintang bersinar ini ternyata
menjadi sarang beberapa koruptor kelas kakap.
Diawali kicauan mantan bendahara umum partai demokrat, beberapa kasus
korupsi mulai terkuak ke permukaan. Seperti kasus proyek APBN Hambalang
dan wisma atlet. Kedua kasus ini menyeret beberapa elit partai demokrat
seperti Nazaruddin (Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat), Angelina
Sondakh (Wasekjen partai Demokrat), Andi Mallarangen (Dewan Pembina
Partai), serta Ketua Umum Anas Urbaningrum juga dikabarkan terlibat
dalam kasus ini.
Alangkah sangat lucunya partai ini. “Katakan Tidak Untuk Korupsi”
sebagai Jargon partai yang pernah tayang berkali-kali di seluruh stasiun
TV nasional, yang salah satu bintang iklannya adalah Angelina Sondakh
yang sekarang menjadi tersangka kasus proyek APBN wisma atlet ini seakan
menjilat ludah sendiri. Apa yang menjadi jargon mereka ternyata hanya
bualan besar semata. Jargon ini seakan sebagai jargon perisai untuk
menutupi wujud asli para koruptor yang bersarang di tubuh partai
Anti-korupsi mereka.
Apa sebenarnya yang terjadi di dapur demokrat? Mengapa konsistensi
sebagai partai bersih harus tercoreng dengan kader-kader yang menjadi
maling berdasi? Kesalahan tentunya tidak bisa dilimpahkan seluruhnya
kepada partai dan ketua dewan Pembina (SBY), tapi ini menunjukkan tidak
becusnya partai mendidik kader-kadernya dalam berpolitik bersih,
bukankah orang bijak mengatakan bahwa “didiklah anak-anakmu dengan baik
karena mereka adalah tanggung jawabmu.” Begitupun dengan Demokrat,
seharusnya SBY mendidik kader-kadernya untuk tetap berada pada jalur
yang benar karena itu adalah tanggung jawabnya. Sangat ironi dan
kontradiksi sekali mungkin jika seorang Ayah menasehati anak-anak orang
lain untuk tidak nakal, sedangkan anak-anaknya sendiri berulah.
Begitupun dengan SBY, beliau seharusnya malu berpidato mengenai
pemerintahan yang bersih di muka umum, sedangkan kendaraan politiknya
sendiri dihuni oleh para koruptor.
Sebagai partai berlabel anti korupsi, seharusnya memiliki kader-kader
yang bersih pula. Oleh sebab itu, jika ada kader diduga tersangkut
kasus korupsi, maka penonaktifan adalah cara terhormat dalam
menyelamatkan citra partai. Dan Demokrat seharusnya melakukan itu. Bukan
berarti demokrat mengabaiakan hukum. Ini hanya menyangkut masalah nama
baik partai. Toh jika setalah melalui proses hukum dan terbukti tidak
bersalah, justru akan bisa mencuci nama partai yang sempat kotor, bukan?
Namun entah apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan partai Demokrat
sehingga sampai detik ini, nama-nama yang terkuak seperti Anas
Urbaningrum dan Andi Mallarangeng belum juga digulingkan sementara dari
struktur kepengurusan. Padahal pro-kontra di dalam tubuh partai pun
mulai santer terdengar. Banyak elit partai yang menginginkan semua kader
yang diduga terlibat kasus korupsi untuk dinonaktifkan, namun tidak
sedikit pula yang tetap membela mereka
Menurut Adnan Buyung Nasution, Ranah politik tidak bisa
dicampuradukkan dengan ranah hukum. Karena itu, penonaktifan petinggi
partai politik tidak perlu menunggu proses penetapan sebagai tersangka.
Adnan juga mencontohkan, nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas
Urbaningrum berulang kali muncul dalam keterangan persidangan mantan
Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus
dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang. Karena
itu, baik Anas maupun kader Partai Demokrat lain semestinya segera
dinonaktifkan tanpa menunggu proses penetapan sebagai tersangka.
Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu dan memegang
pemerintahan saat ini harus memberikan teladan dalam memberantas
korupsi. Partai itu harus tegas dan mendorong siapa pun elite pengurus
yang diduga terlibat kasus korupsi untuk diproses hukum. Namun
realitanya, borok yang ada dipartai ini terkesan ditutup-tutpi sehingga
saat terungkap, baunya langsut menyengat.
Jika demokrat masih ingin mengulang masa keemasannya seperti
pemilihan presiden sebelumnya, maka pencitraan partai perlu dilakukan.
Saya rasa Demokrat adalah partai yang sangat piawai dalam membangun
citra politik. Demokrat pasti memiliki langkah-langkah dalam membenahi
nama baiknya, dan langkah terjitu untuk saat ini adalah dengan menindak
tegas setiap kader yang terdeteksi telibat korupsi.
Demokrat seharusnya sadar diri akan popularitasnya saat ini, survei
terakhir menunjukkan kemerosotan yang cukup drastis di bawah rival-rival
partainya (Golkar dan PDI Perjuangan). Terlebih tidak ada lagi figur
calon presiden yang bisa Demokrat jual.
Saya bisa memprediksikan jika Demokrat tidak konsisten dengan
pemberatansan korupsi dan atau Kasus wisma atlet terus berlanjut, maka
Demokrat akan tidak bisa berbicara banyak pada pemilihan legislatif,
apalagi pada pemilihan Presiden tahun 2014. Kepercayaan maysarakat akan
kredibilitas partai ini akan menurun. Terlebih tidak ada figur calon
presiden yang dipublikasikan hingga sekarang.
Sebenarnya, masalah manipulasi korupsi tidak hanya terjadi di partai
Demokrat saja, namun setiap partai pernah mengalami hal yang serupa.
Oleh karena itu, kasus di partai Demokrat hendaknya menjadi pelajaran
bagi setiap partai untuk kembali kepada tujuan awalnya, yaitu bagaimana
bisa menjadi partai yang bisa menjaga amanah rakyat Indonesia, bukan
malah menjadi beban rakyat. Malu dong sama rakyat, sudah digaji oleh
pajak yang dikeluarkan rakyat, malah menghianati rakyat.
Setap partai juga perlu mempertimbangkan untuk mengeluarkan jargon
“Katakan Tidak Untuk Korupsi”. Jangan sampai malah menjadi boomerang
bagi partainya ketika konsistensi itu mulai goyah. TERIMAKASIH
Langganan:
Postingan (Atom)






